Warta_Post_News_Jakarta, MENKO Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan siap mundur jika terbukti menerima duit dari bisnis PCR, Luhut menegaskan tak mendapatkan untung sepeser pun, ia(Luhut) mengaku bahwa dirinya memang memberikan sumbangan uang ke PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).
"Tetapi, ia (Luhut) menyebut bahwa sumbangan itu ditujukan untuk kemanusiaan bukan semata-mata mencari keuntungan, kalau ke GSI itu saya naro duit memang benar, tapi tidak dalam konteks untuk ambil keuntungan.
Dikutip dari sumber yang sama, Luhut juga menyinggung terkait dirinya memberikan sumbangan ke 7 universitas di Tanah Air, dari sumbangan tersebut, Ia mengaku tak sepeser pun mendapat untung.
“Saya nyumbang di 7 Universitas, ada di UI, di USU, di UGM, di mana itu, itu nyumbangan dari saya tuh, nggak ada untung, apa yang mau diuntung? Wong saya terlibat ini, untung kita buat Maret April Juni tahun lalu, kalau nggak lebih parah lagi kemarin Juli itu,” jelas Luhut.
Untuk membuktikan ucapannya bahwa dirinya tak mengambil untung sedikit pun dari GSI itu, Luhut siap diaudit BPK
Untuk memastikan bahwa uang dari GSI itu juga tidak mengalir ke PT Tobako Sejahtera dan pemegang saham lainnya.
“Siap banget (diaudit) dari awal, tidak ada ke kantong saya sepeserpun, untuk apa sih wong duit saya dari bisnis saya sudah cukup membuat saya hidup kok, saya nyumbang karena betul-betul kemanusiaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Luhut pun siap dipanggil KPK usai dirinya bersama Menteri BUMN dilaporkan ke KPK karena isu bisnis PCR menurutnya, selama dirinya tidak merasa melakukan hal-hal yang salah dirinya tak akan takut dan siap aja dipanggil KPK, kenapa enggak, Saya nggak ada yang saya takutin sepanjang saya tidak melakukan itu, ndak ada.
Apa yang saya lakukan? Wong saya tidak ada bisnis apa-apa dengan itu, dan memang dasarnya bisnis itu memang murni untuk kemanusiaan, kalau saya terima duitnya saya resign, gampang lah gitu aja repot,” jelasnya (Luhut),
( Red_Editor Rsm, SE )