Wartapostnews.com - Lampung Selatan -Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) salah satu program pemerintah melalui kementrian sosial, yang di khususkan kepada masyrakat miskin diduga belum tepat sasaran.
Berdasarkan pantauan media saat penyaluran BPNT, di kantor pos palas kepada Keluarga Penerima Manfaat ( KPM), terdaftar nama-nama KPM Desa Kalirejo Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan yang sudah tergolong sudah mampu dan tidak layak mendapatkn BPNT tetapi sebagai penerima BPNT. Senin, (28/02/ 2022).
Bahkan di duga KPM, nama istri kepala desa kalirejo dan sekdes sebagai salah satu KPM BPNT dan sekaligus ikut menerima bantuan sosial, yakni Lisdayanti, istri dari Kades Kalirejo dan Siti Alimah, istri dari Sekdes Kalirejo yang beralamat dusun Rejosari I Rw 06/Rt 02 Desa Kalirejo.
Sementara itu, petugas kantor POS Palas Nurkholis mengatakan tidak tahu menahu KPM penerima BPNT, menurutnya data datang langsung dari kementrian sosial dan ditugaskan untuk menyalurkan BPNT selama tiga bulan 600 ribu.
" kami tidak mengetahui prihal daftar nama KPM, tugas kami hanya menyalurkan, data langsung turun dari kementrian sosial, coba tanyakan ke pendamping mas, saya salurkan bantuan sesuai nama yang dalam daftar itu selebihnya saya tidak tau."kata dia
Petugas koordinator KPM BPNT Palas Rohmah saat dikonfirmasi via telepon terkait katagori seperti apa penerima KPM BPNT dia hanya menjawab syaratnya ya miskin. Dia juga menyayangkan KPM yang sudah masuk katagori mampu masih menerima BPNT.
" ya kalau merasa mampu ya harus mengundurkan diri kalau tidak malu dikatakan miskin" kata dia
Sedangkan saat ditanyakan terkait data KPM bersumber dari mana dan alurnya bagaimana, dia menjawab dari DTKS yang di imput di SIKS NG oleh operator desa.
" Data bersumber dari DTKS yang di kerjakan oleh operator desa melalui SIKS NG, kalau yang masuk KPMnya sudah mampu ya bagaimana operator itu kok bisa di masukan". ucap dia
Terpisah, Sekdes Kalirejo Amrudin membenarkan bila istrinya menerima bansos program sembako yang disalurkan di Kantor Pos. Bahkan, bansos senilai Rp600 ribu sudah diterimanya.
"Saya juga enggak tahu. Namanya keluar, ya pasti diambil dong. Memang semua masyarakat Desa Kalirejo kami usulkan semua, kecuali PNS ya. Data itu kami usulkan pada 2021 lalu," kata dia.
(Man- Rsm, SE)